.
  • Kumpulan Backlink Generator Free
  • Free Submission URL lengkap
  • Submit Blog ke Direktory free lengkap
  • Widget for Blogger
  • Artikel Blogger
  • Mobile and Download Apps
  • Get Money / Affiliate Iklan
  • Get Money / Affiliate Iklan
[Pemerintahan][bleft]

Sekilas

[Sekilas][twocolumns]

Kejurprov Angkat Besi, PABBSI Kab Madiun Raih 2 Emas 1 Perak 1 Perunggu




Keterangan foto : 
Tim PABBSI Kabupaten Madiun dipimpin Ketua PABBSI Adi Setiawan saat menerima 2 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu pada Kejurprov Piala Bupati Ngawi.
 
NGAWI (KR) Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur angkat berat, angkat besi dan binaraga merebutkan Piala Bupati Ngawi 2019 digelar di GOR Bung Hatta, Sabtu, (07/12). Sebanyak 100 atlet lebih berbagai kelas dari beberapa daerah di Jawa Timur beradu kemampuan. Cabang angkat besi putri yang dipertandingkan mulai kelas 49 kg sampai 71 kg sedangkan putra dari 55 kg sampai 67 kg. Kelas tersebut juga berlaku pada angkat berat. Sedangkan body contest atau binaraga dipertandingkan mulai kelas 60 kg hingga 74 kg.
"Olahraga angkat berat maupun besi di Ngawi ini bagian cabang olahraga yang boleh kita anggap minoritas. Dari itu bagaimana bisa menciptakan prestasi maka solusinya harus sering ada event dan kejuaraan seperti saat ini," terang Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono (Kanang), sebagaimana dilansir RMOLJatim.
Pada Kejurprov kali ini PABBSI Kabupaten Madiun yang dipimpin Adi Setiawan, berhasil mendapatkan 2 medali emas, 1 medali perak dan 1 perunggu. Ketua KONI Kabupaten Madiun Sentot Seto Wahyono juga hadir untuk monitoring sekaligus memberi support. Sementara keberhasilan Tim Atlet PABBSI Kab. Madiun ini juga diapresiasi dan diberikan ucapan selamat dari cabor lain. Seperti Eko Jarwadi dari PJSI, Budi Purwanto dari PBVSI, Fransisco Hugo dari POBSI, Budi Santoso dari Percasi. 
Ketua Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Cabang Ngawi Peggy Yudho mengakui keberadaan cabang olahraga yang dibinanya memang masih minim prestasi. Peggy berharap, dengan pola manajemen baru cabang angkat berat dan besi maupun binaraga bisa menciptakan atlet berkualitas dari Ngawi. "Meski masih minoritas atlet kita sudah pernah menyabet prestasi melalui kejuaraan nasional. Hanya saja perlu ada kejuaraan semacam ini agar pembinaan terhadap atlet lebih maksimal," jelasnya. (ist/atm)