Bupati H. Ahmad Dawami Lepas Ekspor Porang : "Saya Bersama Pak Dandim, Pak Kapolres dan Dinas Akan Kawal Terus"
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Hari ini Rabu (6/07/2022) Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos nampak tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas dibukanya ekspor porang asal Kabupaten Madiun melalui PT. Asia Prima Konjac menuju China, setelah sejak 2020 ekspor porang ditutup. Kebahagiaan orang nomor satu di Kabupaten Madiun ini sangatlah beralasan karena sebagai pejabat yang berlatar belakang anak seorang petani, tentu Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos dapat merasakan apa yang dialami para petani porang dalam dua tahun belakangan ini.
BAHKAN, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos terang-terangan mengaku tidak puas saat melepas ekpor bola untuk Piala Dunia Qatar 2022 beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku akan puas jika porang yang notabene komoditas andalan Kabupaten yang dipimpinnya ini juga bisa diekspor. “Dan Alhamdulillah hari ini porang dari petani Kabupaten Madiun bisa diekspor ke China. La, ini saya baru puas,” ungkapnya sambil tersenyum.
“INI KABAR BAIK untuk semuannya, saya ingin semua bahagia terlebih para petani porang. Mudah-mudahan dengan dibukanya ekspor ini harga porang menjadi normal, sehingga para petani kita di Kabupaten Madiun lebih semangat lagi ketika harganya mulai membaik,” ujar Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos, seusai melepas ekspor Porang ke China, Rabu (6/07/2022).
MENURUT Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos, bahwa stok porang di gudang PT Asia Prima Konjac semua dikirim dan hari ini sebanyak 7 kontainer dan besoknya akan dilanjutkan pengirimannya. Ditambahkannya, dibukanya ekspor Porang ini memang sudah lama diupayakan, mulai dari Kabupaten yang dibantu forkopimda dan Provinsi Jawa Timur, akhirnya kran ekspor ke China dibuka.
NAMUN DEMIKIAN, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos mewanti-wanti ada beberapa hal yang harus dijaga, seperti keamanan pangannya, kesehatan makanan dan keterangan asal barangnya. Dan beberapa protokol itu harus dipatuhi, artinya dari petani sampai pabrik dan kemasannya harus diatur dengan baik karena ketika ada pelanggaran maka sanksinya cukup lama, yakni ekspornya bisa ditahan lagi selama 5 tahun.
“POKOKNYA kita jaga bareng-bareng, dari pada susah bareng-bareng. Kita akan pantau terus pergerakan harga porang. Tentu logisnya ketika ekspor dibuka, maka kebutuhan Porang di China akan tersalurkan. Tentu hukum pasar akan terjadi, antara penawaran sama permintaan akan berlaku. Otomatis pelan-pelang harga porang akan naik. Saya bersama Pak Dandim, Pak Kapolres dan dinas saya akan kawal terus,” ujar Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos sebagaimana diinformasikan oleh Bagian Protokol dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Madiun. (KR-AGUNG/AS).





