Aktif Perjuangkan Kesetaraan Gender, Kini Sukses Bergelar Profesor Dan Menjadi Rektor IAIN Ponorogo
PONOROGO (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag dikukuhkan sebagai guru besar sehari jelang hari jadi IAIN Ponorogo Sabtu (11/5) lalu. Menggenapi usia IAIN Ponorogo ke-54 tahun kemarin (12/5), Evi resmi menyandang gelar profesor Ilmu Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Bu rektor yang dikenal aktivitas gender tersebut menjadi profesor ke delapan di IAIN yang dikukuhkan sepanjang tahun ini.
Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag bergelora menyampaikan orasi ilmiah tentang Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif menuju Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) di Graha Watoe Dhakon Sabtu (11/5) lalu. Dia konsisten membangun spirit kesetaraan gender di IAIN sejak dinobatkan menjadi rektor 8 April 2021 lalu yang ketika itu bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day).
Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag berjuang membangun kampus peduli kesetaraan diusung dalam visi-misinya. Seperti kampus yang inklusif, moderasi beragama, hingga responsif gender. Kini, IAIN Ponorogo menjadi salah satu kampus pelopor PTRG didampingi Rumah Kitab, We Lead, Hivos, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA).
Sebagaimana mandat Peraturan Presiden (Perpres) 9/2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional. "Semua ini berkat komitmen pimpinan dalam implementasikan 10 kebijakan, salah satunya PUG di lembaga pendidikan,’’ pungkasnya.
Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag dikenal sebagai aktivis kesetaraan gender sejak 2002 lalu. Menurutnya, sudah saatnya diskriminasi antar gender dihapus. Sama rata sama rasa, perempuan memiliki hak dan kesempatan sama dalam berbagai bidang. Mulai pendidikan, sosial, kesehatan dan segala bidang lainnya. "Sudah saatnya kesetaraan gender itu diwujudkan secara masif di semua bidang,’’ ucap perempuan 49 tahun tersebut.
Sampai saat ini masih dijumpai ketidaksesuaian peran perempuan. Maraknya kasus kekerasan seksual menjadi konsen yang harus mendapat perhatian semua pihak. Termasuk sarana prasarana yang tidak responsif gender, marginalisasi, subordinasi, hingga diskriminasi. Ketimpangan itu melenceng dari mandat kebijakan nasional tentang kesetaraan gender. PTRG yang dipelopori IAIN menjawab sekaligus upaya menghapus seluruh ketimpangan tersebut. "Kuatnya doktrin budaya dan narasi misoginis yang meletakkan perempuan sebagai kelas dua. Kesetaraan ini harus segera terlaksana, jangan sampai ada kesenjangan gender,’’ ucap Istri Dede Nurohman tersebut.
Spirit kesetaraan gender itu pula yang mengantarkan jalan Evi pada pencapaian saat ini. Putri sulung pasangan Anas Dahlan-Masruroh itu mengawali pendidikan di SDN II Gelung Paron Ngawi. Lanjut ke Ponpes Mambaul Ulum Jambangan Jombang. Di sana Evi belajar formal di MTsN dan MAN Denanyar Jombang. Jiwa kepemimpinannya sudah mulai terbentuk dengan seringnya dipilih menjadi ketua kelas maupun di Organisasi Intra Sekolah (Osis).
Setelah lulus 1993 silam, Evi Muafiah melanjutkan pendidikan di IAIN Jogjakarta (UIN Jogjakarta) Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Lulus tepat waktu 1998, lanjut magister di kampus dan jurusan yang sama lulus 2001. Kemudian aktif menjadi dosen di IAIN Ponorogo mulai 2002 mengajar mata kuliah Bahasa Arab, Metodologi Penelitian, Gender, Seksual, dan Inklusi.
Sementara gelar doktor diraih Evi Muafiah dari UIN Surabaya 2016 lalu. Selain aktivis kesetaraan gender, Evi Muafiah juga produktif menulis literatur ilmiah tentang perempuan dan anak. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-Wahyu/AS)

