Striker Tunarungu Asal Ponorogo Bawa Timnas Futsal Raih Emas SEA Deaf Games 2025
PONOROGO (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Seperti pesan film CODA pemenang Oscar 2021, keterbatasan bisa menjadi kekuatan. Muhammad Bilal membuktikannya. Remaja tunarungu asal Desa Josari, Jetis, Ponorogo itu sukses mengantarkan Timnas Futsal Indonesia meraih emas di SEA Deaf Games II 2025, Jakarta. Sepatu futsalnya berdecit saat menguasai bola.
Bilal meliuk melewati lawan, tanpa mendengar sorakan penonton atau instruksi pelatih. Dunia senyap tak membuatnya gentar. Bahasa tubuh menjadi kompasnya membaca permainan. ‘’Itu kebanggaan, bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga Indonesia. Sebagai anak Ponorogo, ini benar-benar prestasi luar biasa,’’ kata Sujarwo, ayah Bilal, Minggu (21/9/2025) lalu.
Menjadi satu-satunya striker tunarungu di Timnas Putra, perjalanan Bilal menuju ajang ini penuh kerja keras. Sejak 5 Agustus lalu, ia bersama 19 atlet menjalani Pelatnas intensif di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Ini kali keduanya memperkuat tim Merah Putih di SEA Deaf Games. Pertama di Malaysia, dan kali ini pulang dengan emas. Bagi Bilal, futsal bukan sekadar hobi. Ia telah bergelut di dunia futsal selama 15 tahun, mengikuti Porprov Jatim hingga Liga Nusantara. Bahkan sempat memperkuat Persepon Ponorogo di Liga 3 Jatim 2018 dan 2022 kategori umum. "Meski tunarungu, dia bisa membaca gerakan bibir orang lain. Jadi, tidak ada masalah ketika berkomunikasi di lapangan,’’ jelas Sujarwo.
Aktif membela komunitas futsal Putra Jaya Jetis, perjuangan Bilal tidak selalu mulus. Ia kerap membiayai sendiri perjalanannya mengikuti event. Namun, semangatnya tak surut. "Tahun depan, rencananya ikut kejuaraan futsal tuli Asia Pasifik di Kirgistan dan sepak bola tuli di Korea. Tapi harus cari sponsor dulu,’’ ujarnya penuh harap. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)
