Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Wujudkan Tumbuh Kembang Anak Usia Dini (AUD), Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Madiun Laksanakan Kegiatan Pembinaan dan Monitoring Posyandu ILP di Desa Pule


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan pembinaan dan monitoring Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Pule Sawahan sebagai komitmen untuk mewujudkan tumbuh kembang Anak Usia Dini (AUD) secara paripurna. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PKK, dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Keterlibatan tim lintas sektor ini penting untuk memastikan dukungan program Posyandu bersifat menyeluruh. Ummu Habibah, M.Pd.I., selaku Ketua PC Fatayat NU sekaligus Dosen Program Studi PIAUD STAINU Madiun menjelaskan kegiatan ini menegaskan peran strategis kolaborasi antara akademisi dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyoroti peran Posyandu yang kian strategis dan tidak lagi terbatas pada aspek kesehatan semata. ​"Posyandu harus bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang terintegrasi. Visi kita adalah mengembangkan Posyandu hingga mencakup Enam Pilar," tegas Ummu Habibah. 


Selanjutnya, Ummu menjelaskan bahwa enam pilar transformasi Posyandu meliputi: transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Menurutnya, transformasi ini mutlak diperlukan untuk menciptakan generasi emas yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat.


Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PKK, dan berbagai organisasi masyarakat turut hadir melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu ILP. Monitoring meliputi proses penimbangan balita, validasi data kesehatan, serta kegiatan penyuluhan terpadu bagi ibu dan anak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kader Posyandu di tingkat desa memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep integrasi layanan primer, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan optimalisasi stimulasi tumbuh kembang anak sejak dini.


Sinergi antara Fatayat NU dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun ini diharapkan dapat menjadi pilot project pengembangan Posyandu Enam Bidang di wilayah Kabupaten Madiun. Ummu Habibah menegaskan, kolaborasi lintas sektor ini adalah investasi penting bagi masa depan bangsa. “Dengan sinergi berbagai pihak, kita tidak hanya membangun Posyandu, tetapi juga membangun peradaban yang berorientasi pada kesejahteraan anak dan keluarga,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh RRI Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post