Bupati Madiun Resmikan SPPG Ngepeh Tegaskan Pentingnya Layanan Gizi Sesuai Standar Nasional
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Bupati Madiun Hari Wuryanto menghadiri Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas oleh Yayasan Srikandi Anagata Indonesia, Sabtu (29/11/2025) lalu. Gedung SPPG yang baru diresmikan tersebut berlokasi di Desa Ngepeh, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Acara peresmian turut dihadiri Ketua Yayasan Srikandi Anagata Indonesia Zeni Tutik Rohayati, Marsekal Pertama TNI Edi Wuryanto, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Feri Sudarsono beserta anggota, perwakilan Forkopimda, Forkopimcam Saradan, perwakilan Kemenag, para kepala desa se-Kecamatan Saradan, perwakilan kepala sekolah, serta relawan SPPG.
Sebelum memberikan sambutan, Ketua Yayasan Srikandi Anagata Indonesia menyematkan pin kepada perwakilan mitra SPPG. Dalam sambutannya, Zeni Tutik Rohayati mengajak seluruh relawan dan mitra untuk melaksanakan amanah pelayanan gizi dengan penuh antusias, rasa syukur, dan komitmen. “Insya Allah minggu depan kita mulai melaksanakan kegiatan. Mari sambut amanah ini dengan bahagia dan bangga. Kita tidak pernah tahu, siapa yang akan menerima makanan bergizi gratis ini—bisa jadi mereka calon pemimpin bangsa,” ujarnya.
Selanjutnya, ia juga menekankan pentingnya pelayanan sepenuh hati dan menjaga etika selama bekerja di dapur SPPG. Zeni Tutik Rohayati kemudian menyampaikan kisah pendakian Sir Edmund Hillary pada 1953, yang berhasil mencapai puncak Everest berkat pendampingan seorang Sherpa. "SPPG-SPPG di seluruh Indonesia dapat menjadi Sherpa bagi generasi penerus yang kelak mencapai puncaknya,” ujarnya memberikan motivasi.
Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa pendirian SPPG merupakan wujud kolaborasi penting dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi anak, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan, Kabupaten Madiun membutuhkan sedikitnya 45–50 SPPG untuk melayani sekitar 92.000 penerima manfaat. “Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak harus sehat agar mampu mencapai cita-cita mereka. Layanan SPPG harus sesuai SOP Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Mas Hari Wur (apaan Bupati Madiun) juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan komitmen para pengelola serta karyawan SPPG. “Jika sedang sakit atau ada masalah, lebih baik izin. Jangan sampai keteledoran justru membahayakan anak-anak,” ujarnya.
Bupati Madiun juga berharap SPPG Ngepeh yang dimotori Yayasan Srikandi Anagata dapat menjadi contoh pelayanan terbaik di Kabupaten Madiun. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah serta penerapan standar higienitas makanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Madiun, yang kemudian diserahkan kepada Ketua Yayasan Srikandi Anagata dan perwakilan mitra. Peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita serta peninjauan fasilitas gedung SPPG Ngepeh. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)





