Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Bupati Madiun Tinjau Langsung Proyek Kontruksi 2025, Pemkab Madiun Tekankan Ketepatan Waktu Pengerjaan


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) -  Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan pekerjaan konstruksi Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (23/12/2025) lalu. Kegiatan tersebut diawali dengan keberangkatan dari Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan dengan didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sejumlah titik strategis menjadi sasaran Monev, di antaranya RSUD Caruban. Di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Madiun tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto meninjau beberapa paket pekerjaan, meliputi pembangunan doorloop, rehabilitasi rawat inap Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), rehabilitasi sedang rawat inap Alamanda Unit Stroke, rehabilitasi sedang Gedung Sederhana Gudang 83, rehabilitasi ruang gawat darurat (IGD), serta rehabilitasi ruang radiologi–CT Scan.



Saat berkunjung di RSUD Caruban, Bupati Madiun Hari Wuryanto yang akrab disapa Mas Hari Wur tersebut juga menyempatkan diri menghampiri sejumlah warga yang sedang menjalani perawatan. Dengan penuh keakraban, Bupati memberikan semangat dan doa agar para pasien lekas diberi kesembuhan. Usai dari rumah sakit, rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi pekerjaan konstruksi revitalisasi SMP Negeri 2 Mejayan. Kunjungan terakhir dilakukan di lokasi penggantian Jembatan Klumutan yang berada di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan.


Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam keterangannya kepada awak media, menyampaikan bahwa secara umum hasil Monev menunjukkan progres yang menggembirakan. “Alhamdulillah sesuai dengan ekspektasi, hampir semuanya sudah selesai. Tinggal satu pekerjaan jembatan ini yang masih proses, dan ditargetkan selesai tanggal 28 Desember serta sudah bisa dilewati,” ujarnya. Menurut Bupati Madiun Hari Wuryanto, proyek penggantian Jembatan Klumutan merupakan paket pekerjaan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang membutuhkan waktu dan perencanaan matang karena kondisi medan yang cukup menantang. Bupati Madiun Hari Wuryanto, menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan harapan masyarakat Desa Klumutan yang telah lama dinantikan. “Alhamdulillah tahun ini bisa kita realisasikan. Mudah-mudahan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.



Bupati Madiun Hari Wuryanto juga menekankan pentingnya analisis sejak awal dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi. Ia mengakui bahwa pada pembangunan jembatan sempat ditemui kendala, seperti keberadaan tiang listrik dan kondisi tanah warga akibat erosi. “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua ke depan agar perencanaan dilakukan lebih matang sehingga saat pembangunan tidak muncul permasalahan,” imbuhnya.


Terkait dua lokasi sebelumnya, yakni RSUD Caruban dan SMPN 2 Mejayan, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan bahwa seluruh pekerjaan pada prinsipnya telah selesai. Namun, ia masih memberikan beberapa catatan kecil, terutama menyangkut kerapian dan aspek keselamatan. “Di SMPN 2 Mejayan akan digunakan untuk laboratorium komputer, sehingga aspek keamanan sangat penting. Teralis harus terpasang dengan baik, tidak hanya kuat, tetapi juga aman dan estetik,” jelasnya.


Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan seluruh proyek ditargetkan selesai tepat waktu. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa keterlambatan pekerjaan akan dikenakan sanksi sesuai kontrak. “Kalau tidak sesuai kontrak tentu ada denda, sebesar 0,01 persen dari nilai pekerjaan,” tegasnya.



Dengan selesainya pembangunan di tiga titik tersebut, Pemkab Madiun berharap manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Menurut Bupati Madiun Hari Wuryanto, peningkatan fasilitas kesehatan akan berdampak pada kualitas pelayanan RSUD Caruban, sementara revitalisasi sekolah mendukung peningkatan mutu pendidikan. “Jembatan ini juga sangat penting untuk memperlancar akses ekonomi warga. Kalau sebelumnya harus memutar jauh, dengan adanya jembatan ini akses akan lebih cepat dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” pungkasnya.


Sementara itu, kontraktor pelaksana penggantian Jembatan Klumutan, Rio, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. “Kami bertanggung jawab penuh menyelesaikan pekerjaan ini. Kami berkomitmen menjaga mutu pekerjaan, meskipun ada konsekuensi denda jika terjadi keterlambatan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mendekati tahap akhir. “Pekerjaan tinggal pengaspalan dan penyempurnaan minor. Progres saat ini sekitar 92 persen, dan kami optimistis tanggal 28 sudah bisa dilalui,” katanya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-YUN/AS)


 

IKLAN

Recent-Post