Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Pemkab Ngawi Kawal Ketat Perpindahan Pedagang Pasar Kendal Pascarevitalisasi


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Pemkab Ngawi mengawal ketat proses perpindahan pedagang ke Pasar Kendal pascarevitalisasi. Pengawalan dilakukan agar pembagian lapak berjalan sesuai kesepakatan dan tidak memicu perselisihan antarpedagang.


Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan, revitalisasi Pasar Kendal bertujuan meningkatkan standar kelayakan pasar rakyat agar lebih bersih, sehat, dan representatif. Kondisi bangunan yang lebih baik diharapkan berdampak langsung pada kenyamanan pedagang dan konsumen. “Lantainya sekarang tidak becek, sehingga kesehatan pedagang dan konsumen bisa terjaga. Atapnya juga dibuat lebih tinggi agar sirkulasi udara baik,” ujar Ony Anwar Harsono, Sabtu (20/12/2025) lalu.


Dengan wajah baru Pasar Kendal, Ony Anwar Harsono berharap minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional semakin meningkat. Dampaknya, aktivitas ekonomi pedagang pun ikut terangkat. “Kalau pasarnya nyaman, yang datang ke pasar senang. Akhirnya kegiatan ekonominya juga jadi lebih baik,” tambahnya.


Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi Kusumawati Nilam Sulandrianingrum menjelaskan, sosialisasi dilakukan sebagai sarana komunikasi sekaligus pengawalan teknis proses pemindahan pedagang dari lokasi relokasi ke pasar baru. “Harapannya bisa dirawat bersama, rukun, tidak saling berselisih, dan sama-sama mencari rezeki dengan baik,” ujarnya.


Kusumawati Nilam Sulandrianingrum menyebutkan, Pasar Kendal yang telah direvitalisasi memiliki 32 kios, sedangkan lapak lainnya berbentuk los. Total pedagang yang kembali menempati pasar mencapai 311 orang, sesuai data perjanjian retribusi dua tahun terakhir. “Tidak ada pendataan ulang, hanya pemetaan lokasi. Pedagang yang masuk tetap pedagang lama yang tertera dalam perjanjian retribusi,” tegasnya.


Setelah sosialisasi, pedagang diberi waktu untuk melakukan persiapan sebelum menempati lapak masing-masing. Proses perpindahan diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun karena pedagang masih harus memindahkan barang dagangan dan perlengkapan usaha. “Jadi tidak bisa langsung pindah di hari yang sama,” jelas Nilam.


Revitalisasi Pasar Kendal sendiri dikerjakan PT Wahyu Agung Konstruksindo dengan nilai kontrak Rp 5,5 miliar. Pemkab berharap keberadaan pasar yang lebih tertata dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, kualitas pelayanan publik, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. “Kalau pedagang nyaman, pembayaran retribusi juga akan lebih tertib dan bisa mencapai target,” pungkas Nilam. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS)

IKLAN

Recent-Post