Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

BELAJAR POLA PIKIR BERTUMBUH (GROWTHMAINSET) BAGI IBU

 

Oleh :  Dra. Agnes Adhani, M.Hum *)


BANYAK orang berpikir bahwa pola pikir itu tetap, tidak bisa diubah (fixed mainset), termasuk ibu-ibu yang menilai kemampuan anak-anaknya. Saat ini dunia pendidikan di Indonesia sedang mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mainset)


PERBEDAAN utama antara growth mindset dan fixed mindset terletak pada cara seseorang memandang kemampuan dan kecerdasan. Growth mindset meyakini bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui pengalaman, usaha, latihan, strategi yang tepat, dan belajar dari kesalahan. Sebaliknya, fixed mindset memandang kemampuan sebagai sesuatu yang tetap dan tidak banyak berubah, sehingga keberhasilan dianggap sebagai hasil bakat bawaan. Akibatnya, individu dengan growth mindset cenderung menyukai tantangan dan tidak mudah menyerah, sedangkan individu dengan fixed mindset lebih mudah menghindari tantangan karena takut gagal atau terlihat tidak mampu.


PERBEDAAN utama antara growth mindset dan fixed mindset terwujud keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya dan dalam merespon  secara spesifik terhadap situasi sehari-hari yang terbagi dalam lima area kunci, yaitu menghadapi (1) Tantangan (Challenge), (2) Rintangan (Obstacles), (3) Usaha (Effort), (4) Kritik (Critiques), dan (5)  Kesuksesan  orang lain (Success of Others). Orang dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat berkembang, sedangkan fixed mindset percaya bahwa kemampuan adalah bawaan dari lahir.


GROWTH MINDSET merupakan pendekatan budaya belajar yang bisa berdampak nyata ke mutu pendidikan di Indonesia. Penerapannya dimulai dari ruang kelas ke sistem pendidikan dan hasilnya berdampak pada akademik dan karaktersiswa. Pertama, Growth mindset mengubah cara belajar dari hafalan ke bernalardengan menekankan proses berpikir dan mengajak siswa untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana.

 

MENJADI ibu memang tidak ada sekolah dan kampus yang menyediakan kurikulum yang menghasilkan ibu yang baik, sehat, cerdas, bermartabat, walaupun ibu itu memiliki gelar dan peran berganda-ganda: ibu, baby sitter, guru/tutor/guru les, ekonom, psikolog, koki, dan masih banyak peran yang disandang selama 24 jam.


Berikut tips menjadi ibu yang cerdas dan bermartabat dengan mengembangkan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mainset) sehingga menjadikan putra-putrinya juga cerdas bermartabat:      

  1. Memiliki keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang secara maksimal dan optimal, keyakinan ini perlu dikatakan dan disugestikan kepada anak sejak dini. Mengubah bahwa pola pikir: Talent-Takdir-Menghindar menjadi Belajar-Usaha-Menerima.
  2. Menjadi ibu yang bisa dipercaya, bukan menuntut, mengomel, dan masa bodoh, dengan ungkapan “Kamu itu seharusnya….”, “Ibu dulu….”.
  3. Membina hubungan personal yang intim dengan anak, disesuaikan bentuk dan caranya dengan perkembangannya.
  4. Terbuka terhadap kritik dan memberikan masukan atau kritikan yang positif dengan kalimat yang konkret dan realistis.
  5. Memfokuskan kegiatan pada proses, tidak menuntut hasil akhir demi harapan dan keinginan orang tua
  6. Menciptakan rasa aman secara emosional
  7. Memberikan tantangan yang menggugah semangat anak untuk berusaha secara maksimal
  8. Memberikan dukungan positif bila anak gagal, agar tidak patah semangat, melainkan bangkit untuk meraih keberhasilan setelah merefleksikan kegagalan
  9. Menjadikan kritik sebagai lecut untuk semakin baik.
  10. Menjadikan keberhasilan orang lain sebagai  penyemangat untuk bisa mencapai bahkan melampauinya.

Mari berubah, berbenah, sehingga hidup kita dan keluarga kita semakin genah.


*) Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya kampus Kota Madiun

IKLAN

Recent-Post