Pemkab Madiun Gelar Parade Dalang Bocah dan Muda Beri Pemahaman Seni Budaya Wayang
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, S.Pd., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa Parade Dalang ini dilaksanakan satu hari penuh oleh pelajar sekaligus seniman/ seniwati, juga melibatkan masyarakat, tidak hanya pendidikan formal saja tetapi sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Madiun. “Kita berikan kesempatan, wahana untuk melakukan pendidikan karakter, terutama dalam hal ini adalah budaya wayang”, ungkapnya.
Agus Sucipto, S.Pd., M.Pd juga mengatakan dengan adanya event-event seperti ini anak-anak akan tahu, paham apa filosofi dari wayang dan apa filosofi dari dalang. Pagelaran ini akan diikuti kurang lebih 24 dalang dan 6 dalang dari remaja, dengan panjang durasi masing-masing 30 menit, sedangkan untuk remaja durasi 60 menit. Dengan harapan upaya memperbanyak kesadaran kecintaan terhadap pemahaman seni budaya bahwa seni budaya itu banyak keanekaragaman yang nanti bisa dijadikan semangat untuk membangun Kabupaten Madiun Bersahaja.
Sementara itu, sambutan Bupati Madiun yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Madiun, Soedjiono menyampaikan bahwa wayang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda, pada tanggal 7 November 2003 lalu. Melalui kegiatan ini, anak-anak diminta ikut melestarikan seni budaya wayang dengan sebaik-baiknya, apalagi sudah diakui dunia bahwa wayang merupakan warisan seni budaya negara kita, Indonesia. Dirinya juga mengatakan bahwa dulu terdapat dalang kondang di Madiun, yaitu Ki Gondo Buwono. “Oleh karena itu, kita uri-uri (lestarikan), saya merasa bangga melihat anak-anak kita ini cinta kepada seni budaya, tentang wayang. Biasanya anak-anak itu lebih suka superhero, misalnya power rangers, spiderman, batman. Tapi sebenarnya di budaya kita ada juga”, paparnya.
Soedjiono berharap dengan adanya kegiatan ini anak-anak semakin cinta kepada seni budaya wayang. Karena wayang merupakan budaya yang penuh filosofi, mengandung nilai-nilai luhur kehidupan, tidak hanya sebagai contoh tetapi juga tuntunan. “Di dalam wayang itu tergambar karakter manusia, banyak hal yang bisa kita cermati, pelajari. Kemudian kita jadikan cermin dalam kehidupan kita. Apalagi ini tampilnya di Pendopo. Tidak semua orang bisa tampil di Pendopo. Jadi, anak-anak harus bangga bisa tampil di Pendopo”, tutupnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-FEB/AS)





