Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Longsor Susulan Terjang Jalur Kalibaru-Mrawan, Perjalanan KA Kembali Normal Dengan Pembatasan Kecepatan


MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Gangguan perjalanan kereta api kembali terjadi di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Kali ini, longsor susulan terjadi di Km 32+2 petak jalan antara Stasiun Kalibaru dan Stasiun Mrawan, Kabupaten Banyuwangi. Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan hingga ratusan menit.


Informasi longsoran pertama kali diterima KAI pada pukul 11.05 WIB dari masinis KA Sritanjung yang melaporkan adanya material tanah longsor di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas prasarana bersama tim terkait langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan, mulai dari membersihkan material longsoran hingga melakukan perbaikan darurat pada jalur terdampak. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, petugas akhirnya berhasil menyelesaikan penanganan pada pukul 14.10 WIB. Jalur kemudian dinyatakan aman setelah dilakukan pemeriksaan kondisi prasarana. Meski demikian, kereta api yang melintas masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam sebagai langkah antisipasi. Kereta api pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman adalah KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap. Kereta tersebut diberangkatkan dari Stasiun Kalibaru pada pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan mencapai 121 menit.


Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa keberhasilan penanganan longsoran tersebut merupakan hasil kerja keras dan kesigapan petugas di lapangan. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang perjalanannya terganggu akibat kejadian tersebut. "Alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru-Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB. Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam," ujar Tohari.


Ia menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, meskipun jalur sudah dapat dilalui, KAI masih menyiagakan personel serta melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan kondisi prasarana tetap stabil dan aman.



Sementara itu, berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan Kereta Api (Pusdalopka) pada pukul 15.17 WIB, gangguan tersebut berdampak terhadap sejumlah perjalanan kereta api yang melintas menuju maupun dari wilayah Daop 7 Madiun. KA Logawa relasi Ketapang-Madiun-Purwokerto tercatat masuk Stasiun Bangil pada pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pada pukul 18.35 WIB. Sedangkan KA Sritanjung relasi Ketapang-Madiun-Lempuyangan terpantau berjalan langsung di Stasiun Arjasa pada pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan mencapai 334 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pada pukul 22.33 WIB.


Adapun KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap juga mengalami keterlambatan 121 menit akibat gangguan longsoran tersebut. Kereta ini sekaligus menjadi perjalanan pertama yang melintasi jalur Kalibaru-Mrawan setelah dinyatakan aman. Di sisi lain, KAI mencatat perkembangan positif dalam pemulihan operasional. KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung telah diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pada pukul 15.00 WIB sesuai jadwal.



Tohari menambahkan, KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat normalisasi perjalanan serta meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan. Pihaknya juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dan dedikasi seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan longsoran. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api," tuturnya.


KAI mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa kereta api agar terus memantau perkembangan informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun kanal informasi resmi lainnya. Pelanggan juga diminta mematuhi arahan petugas, baik di stasiun maupun selama berada di dalam kereta api.


Dengan selesainya penanganan longsoran tersebut, KAI berharap operasional perjalanan kereta api secara bertahap kembali berjalan lancar. Namun, pengawasan terhadap kondisi jalur tetap dilakukan secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan. (KR – Agung Marsudi)

IKLAN

Recent-Post