Bharada Muhammad Aldy, Anggota Brimob yang Gugur Di Nduga Adalah Tulang Punggung Keluarga
JAKARTA (KR) - Muhammad Aldy, seorang anggota brimob
berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada) tewas tertembak saat kontak senjata dengan
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.
Ditemui di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo,
mengatakan Aldy merupakan tulang punggung dan kebanggaan dari keluarga dari
ayahnya yang berkerja sebagai buruh di Nunukan, Kalimantan Utara.
"Iya, (almarhum) termasuk tulang punggung dan
kebanggaan pihak keluarga. Korban adalah putra dari seorang buruh di Nunukan,
Kalimantan Utara," ujarnnya, Rabu (20/3/2019).
Dedi menjelaskan bahwa tiap anggota Polri yang gugur dalam
tugas, berhadapan atau kontak langsung dengan pelaku tindak pidana atau
kejahatan, akan langsung diproses untuk mendapatkan KPLB. Begitu pula almarhum
Muhammad Aldy mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) satu tingkat menjadi
Bhayangkara Satu (Bharatu).
"Untuk anggota yang gugur atas nama Bharada Muhammad
Aldy sudah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa 1 tingkat lebih tinggi,
menjadi Bharatu," kata dia.
Lebih lanjut, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini
menjelaskan jika almarhum Muhammad Aldy baru saja lulus pendidikan Tamtama
tahun 2018 silam. Kemudian, pada bulan Februari 2019, almarhum mendapatkan
penugasan di Papua.
"Baru lulus Tamtama 2018 lalu. Dari bulan Februari
untuk korban melaksanakan tugas di wilayah Nduga," katanya.

