[Pemerintahan][bleft]

Sekilas

[Sekilas][twocolumns]

Enam PDP Ponorogo Negatif Corona

TBM KRIDHARAKYAT, PONOROGO - Sebanyak enam orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Ponorogo dinyatakan tidak terinfeksi corona. Ini setelah pemeriksaan laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya atas specimen mereka menyatakan hasilnya negatif Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). 

HAL INI disampaikan Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni usai Subuh Berjamaah di Masjid Arrohmah, Desa Bangsalan, Kecamatan Sambit, Sabtu 28 Maret 2020. “Alhamdulillah PDP kita per pagi ini sudah nol. Enam orang yang semula berstatus PDP sudah dilakukan swab untuk diperiksa. Hasilnya negatif,” ungkap Bupati Ipong. PDP adalah seseorang yang memiliki gejala demam di atas 38 derajat celcius diserta batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, atau pneumonia ringan dan ada riwayat berada di daerah terjangkit atau terpapar dalam 14 hari sebelum timbul gejala.

UNTUK Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi peningkatan. Data Dinkes Ponorogo menyebutkan ODP per Kamis (26/3/2020) tercatat 119 orang, dua di antaranya rawat inap. Sedangkan pada Jumat (27/3/2020) menjadi 142 orang, dan hanya satu orang yang rawat inap. 

DATA Orang Dalam Resiko (ODR) juga masih meningkat. Pada Kamis 26 Maret 2020  tercatat 973 orang, sedangkan pada Jumat (27/3/2020) tercatat 990 orang. “Mengapa naik terus. Itu karena kita, warga, perangkat desa, dan pemerintah sudah bekerja. Yaitu melaporkan keberadaan orang yang baru saja datang dari luar daerah yang terjangkiti, baik negara maupun kabupaten/kota yang sudah ada kasus positif covid-19-nya,” ulas Bupati Ipong.

SEDANGKAN PDP yang pada Kamis (26/3/2020) tercatat 5 orang, pada Jumat (27/3/2020) tercatat menjadi 3 orang. Namun Sabtu (28/3/2020) jumlah PDP dinyatakan nol.

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, M.Kes membenarkan pernyataan Bupati Ipong tersebut saat ponorogo.go.id meminta konfirmasi. “Betul (PDP Ponorogo pada Sabtu pagi nol),” tulisnya melalui pesan singkat. Namun, untuk data ODR dan ODP pada Sabtu 28 Maret 2020, masih dalam rekapitulasi dan akan diumumkan pada petang atau malam hari.

BUPATI Ipong menyebutkan, sikap kooperatif warga yang bersedia melaporkan warga yang baru saja datang sebagai salah satu kunci dalam pencegahan penyebaran virus corona ini. Kunci keduanya adalah gerakan dari seluruh warga Ponorogo, baik ormas, karang taruna, dan masyarakat desa yang terus berupaya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Masyarakat sudah banyak yang secara mandiri melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya masing-masing. Itu luar biasa,” ungkapnya. 


KUNCI ketiganya adalah upaya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Di antaranya dengan menggiatkan sholat subuh berjamaah. Warga bisa melaksanakan subuh berjamaah ini di lingkungannya masing-masing. Ini kesempatan untu berdoa, memanjatkan permohonan agar dijauhkan dari wabah penyakit,” pungkasnya. Demikian informasi dari Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo. (HAR/DIST/MIL)