[Pemerintahan][bleft]

Sekilas

[Sekilas][twocolumns]

Gawai Menjadi Pegangan Generasi Muda Saat Ini


Oleh : Qawiyyul Matin F


GADGET atau gawai sudah tidak asing lagi di masa saat ini, bentuk serta fungsinya pun ada berbagai macam, dari yang dinamakan handphone, laptop/komputer, tablet dan ipad, kamera digital, headset/headphone. Selama ini yang sering dianggap sebagai gadget adalah handphone saja. Gadget sendiri memilki pengertian sebagai suatu perangkat atau alat elektronik yang berukuran relatif kecil, serta memilki fungsi khusus dan praktis dalam penggunaannya. Dalam artian lain, gawai adalah perangkat elektronik portable karena dapat digunakan tanpa terhubung dengan stop kontak beraliran listrik. Gadget juga berfungsi sebagai media komunikasi, akses informasi, media hiburan, dan masih banyak lagi. Hampir semua orang memiliki serta membawa gawai ini kemana pun mereka berada, mulai dari anak sekolah hingga orang dewasa yang lanjut usia memiliki gadget atau gawai ini. Dikalangan anak milenial saat ini yang sudah dapat di pastikan memilki gadget dengan berbagai merek, bentuk, warna, serta kegunaan yang berbeda-beda, dari yang harganya standar hingga harga yang fantastis. Dilihat dari kualitasnya biasa saja hingga baterai yang tahan di gunakan hingga berjam-jam lamanya.

DI KALANGAN para anak sekolah atau lebih tepatnya generasi milenial gadget ini sudah seperti teman hidup mereka, apapun kegiatan mereka dan apa yang ingin diketahui pun gadget bisa memberikannya. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Pengguna smartphone saat ini di Indonesia di dominasi oleh usia produktif, yaitu generasi milenial (15-35 tahun).

DATA TERBARU Annual Digital Growth adalah dari tahun 2018-2019 terlihat total penduduk Indonesia mencapai 268,2 juta jiwa, sementara diketahui pengguna mobile (ponsel pintar dan tablet) mencapai 355,5 juta. Artinya peredaran ponsel pintar dan tablet lebih banyak dari jumlah penduduk di seluruh Indonesia. Bisa terjadi jika satu orang tersebut memiliki dua atau lebih gawai (gadget) dan apabila orang tersebut ekonomi yang tinggi, maka dapat memiliki gawai lebih dari dua. Teknologi juga membuat generasi internet mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi.

SAAT INI, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat. Dari data di atas pengaruh gadget sudah semakin meluas di generasi milenial maupun masyarakat setempat. Terlepas dari itu semua generasi milenial semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan sebuah aplikasi hasil kerja keras, serta pemikiran dari diri mereka yang saat ini telah digunakan oleh khalayak umum, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Aplikasi ciptaan anak bangsa yang berjalan dalam bidang pendidikan adalah ruang guru, aplikasi ini juga berpengaruh dalam belajar anak karena anak dapat belajar dengan fleksibel. Sehingga dapat belajar dimana dan kapan saja menggunakan aplikasi bimbel online, anak juga mendapatkan materi pelajaran, rangkuman, dan latihan soal dari aplikasi ini sehingga dapat lebih memahami lagi materi yang telah dijelaskan oleh guru di sekolahnya. Saat ini memang zamannya revolusi industri 4.0 yang membuat generasi milenial harus tetap bergelut dengan gadgetnya, belum selesai dengan kemunculan revolusi industri 4.0 kini sudah muncul revolusi industri 5.0 dengan konsep Society yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Jepang, hal tersebut tentu saja membuat generasi saat ini semakin tidak dapat terlepaskan dari gadget dan teknologi.

DAN DI TAHUN 2020 ini, gadget semakin gencar memberikan dampaknya di Indonesia yang membuat generasi saat ini dimudahkan dalam melakukan kegiatan dan juga menjadikan generasi saat ini harus berjuang lebih keras karena persaingan yang semakin sulit di revolusi industri 4.0 menuju revolusi industri 5.0. Banyak dari berbagai ujian penerimaan siswa serta ujian sekolah yang menggunakan gadget, contohnya saja UN tahun 2020 telah dihapuskan maka sebagai gantinya US (Ujian Sekolah) dilakukan secara daring menggunakan gadget, UAS juga dilakukan daring dalam memenuhi PAT (Penilaian Akhir Tahun) sehingga dalam pemenuhan penilaian selain dari nilai tugas dan ulangan harian maka kebijakan US dan UAS daring menggunakan gadget diberlakukan di sekolah di Indonesia. Dari sini saja gadget sudah menjadi pegangan generasi milenial, gadget memang tidak selamanya membawa dampak negatif.

SEMUA ITU tergantung pada  pemakainya. Dari hal di atas saja banyak manfaat dari hadirnya gadget. Tetapi hal negatif dari gadget juga ada yaitu, dipergunakan untuk alat menyontek oleh siswa. Tentu ini bukan salah gadget melainkan salah orang yang memanfaatkan gadget untuk hal negatif, ada juga kasus dimana gadget digunakan untuk menonton video tidak senonoh. Maka dari itu diperlukan penanganan orangtua terhadap tontonan yang dilihat oleh anak-anaknya, tetapi janganlah menganggap bahwa gadget tidak cocok untuk pendidikan di Indonesia karena pendidikan saat ini dirancang untuk dapat membuat suatu perubahan pada bangsanya agar dapat bersaing dengan bangsa lain.

OLEH KARENA itu, besar harapan kepada para generasi penerus bangsa atau generasi milenial agar dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi kedepannya, dengan adanya pemanfaatan gadget di bidang pendidikan mampu memberikan angin segar pada kurikulum yang ada di Indonesia yang selama ini kurikulumnya masih mengikuti kurikulum yang ada di luar negeri. Diharapkan kurikulum yang sekarang ini dapat sesuai dengan generasi milenial yang terkenal dengan generasi pembawa perubahan. Generasi milenial di harapkan dapat lebih memanfaatkan gadget secara optimal dalam bidang pendidikan di Indonesia. (*)

*) Penulis adalah Mahasiswi FKIP/PPKn Universitas Muhammadiyah Malang, beralamatkan di Kelurahan/Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur.