Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Bupati H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos Hadiri Bimtek Penguatan Kapasitas SDM Bagi PPKBD se-Kab Madiun di Hotel Grand Serela Yogyakarta

SLEMAN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos Selasa (22/11/2022) malam menghadiri Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia bagi Pembantu Pembina Keluarga Bencana Desa (PPKBD) se-Kabupaten Madiun di Hotel Grand Serela, Sleman, Yogyakarta. Hadir dalam Bimtek tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Hj. Penta Lianawati Ahmad Dawami, SE, M.Si, Kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Madiun, serta PPKBD di 206 desa/kelurahan se-Kabupaten Madiun.

 



DALAM
kesempatan tersebut, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos mengatakan jika PPKBD memiliki peran yang sangat besar dalam mengawal percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Madiun yang telah mencapai angka prevalensi 13,43 persen. 



MESKI
demikian, Kaji Mbing sapaan Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos  masih prihatin terhadap masyarakat yang masih menganggap stunting sebagai sebuah hal yang tabu. Masih banyak yang beranggapan dan meremehkan stunting. "Stunting ini dianggap sedikit tabu. Masih banyak yang belum paham bahayanya stunting, efek yang ditimbulkan masih banyak orang yang meremehkan," ujar Kaji Mbing. 



UNTUK
  itu, persamaan persepsi sangat diperlukan untuk memberikan edukasi yang sama kepada masyarakat. Bupati berpesan agar tidak ada perbedaan antar wilayah dalam penyampaian edukasi mengenai stunting. "Harus memiliki persepsi yang sama agar antara wilayah tidak memiliki perbedaan penyampaian edukasi masyarakat,"terangnya. Walaupun angka prevalensi stunting di Kabupaten Madiun sudah melampaui target nasional yakni 14 persen pada 2024. Bupati masih berharap, angka tersebut terus ditekan hingga satu digit. "Di negara maju angka prevalensi stunting itu kecil, maka Kabupaten Madiun harus bisa mencapai angka prevalensi satu digit," terang orang nomor satu di Kabupaten Madiunj tersebut.



HAL
tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Madiun mengingat stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental serta daya tahan tubuh anak. Demikian informasi dari Dinas Kominfo Kabupaten Madiun. (KR-AGUNG/AS).

IKLAN

Recent-Post