Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Omzet Capai Belasan Juta, ASN di Madiun yang Hobi Bertani Anggur



MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Status sebagai abdi negara selama puluhan tahun tidak menghalangi Marsana untuk berkebun. ASN di Pemkab Madiun ini dikenal sebagai petani anggur. Dia pun meraup keuntungan yang cukup banyak saat panen raya di kebunnya.

Asri, kata pertama yang muncul saat mendatangi green house milik Marsana, ASN di lingkungan Pemkab Madiun. Pria yang sehari-hari bertugas di Disnakerin Kabupaten Madiun itu memang dikenal sebagai pemilik kebun anggur, tepatnya berlokasi di Magetan yang merupakan tempat tinggalnya. “Memanfaatkan relasi selama bekerja di Kabupaten Madiun, akhirnya buat usaha yang menyesuaikan hobi saya bertani, jadilah sampingannya bertani anggur,” ungkapnya.

Bertani anggur sudah dilakoni Marsana saat masa awal pandemi Covid-19, tepatnya 2019 lalu. Sebelumnya, dia pernah mencoba bertani jahe dan porang namun tidak berjalan mulus, Bahkan kurang menguntungkan. “Untuk tahu budidaya ini saya belajar dari berbagai sumber, sempat belajar sistem Korea Selatan juga serta sharing dengan petani lain yang sudah pengalaman,” ujarnya.

Pada luasan lahan sekitar 1000 meter persegi itu, Marsana menanami sebanyak kurang lebih 100 pohon anggur jenis impor. Mulai dari transfiguration, akademik, ninel, new biikonur, banana dan masih banyak lagi. Untuk sistem penanamannya langsung di tanah dan dilindungi green house terang guna terhindar dari jamur dan rontok ketika musim penghujan dan angin. “Paling diminati itu yang akademik, yang warnya hitam. Semakin tua pohon anggur, rasanya semakin mantap dan hasil buahnya semakin banyak,” katanya.

Tanaman anggur paling tua yang dimiliki Marsana berusia 4,5 tahun yang mana untuk sistem panen dibuat dua kali dalam setahun. Sekali panen Marsana bisa memetik buah selama satu hingga dua bulan sampai buah anggur tersebut benar-benar habis. “Untuk sekali panen itu ramai bisa 2,5 sampai 3 kuintal, biasanya kalau weekend atau libur panjang pembeli datang dan petik sendiri. Tapi kalau sepi saya petik dan dijual ke pedagang buah di sekitar Magetan dan Plaosan,” lanjutnya.

Marsana tidak membedakan harga jual antara yang petik sendiri maupun ke pedagang buah. Dia membandrol mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu per kilogram tergantung kualitas dan jenis anggur.

Tak jarang Marsana juga menjajakan buah anggurnya di lingkungan Pemkab Madiun ketika ada relasi dan kawannya yang memesan anggur segarnya. “Paling ramai ketika lebaran, jika per kilogram Rp 50 ribu dengan hasil seluruhnya per panen, maka omzet kotor bisa dikisaran Rp 15 juta,” tandasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-FEB/AS) 


IKLAN

Recent-Post