Sambut Libur Nataru, PT JNK Fokus Tekan Risiko Kecelakaan di Tol Ngawi-Kertosono
MADIUN (KORAN KRIDHARAKYAT.COM) - Menjelang puncak arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara di ruas tol Ngawi–Kertosono–Kediri.
Upaya ini dilakukan menyusul masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi kelalaian pengemudi. Direktur Umum PT JNK Arie Irianto menegaskan, keselamatan harus menjadi perhatian utama seluruh pengguna jalan, terlebih saat volume kendaraan meningkat signifikan pada masa libur panjang. “Keselamatan berkendara harus menjadi perhatian utama seluruh pengguna jalan, terutama saat volume lalu lintas meningkat pada periode Nataru,” ujarnya.
Berdasarkan data PT JNK, sepanjang 2025 tercatat 30 kejadian kecelakaan di ruas tol Ngawi–Kertosono–Kediri. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan kecelakaan tabrak belakang. Fakta ini menunjukkan pentingnya menjaga jarak aman dan fokus saat mengemudi. “Mayoritas kecelakaan terjadi akibat human error, sehingga edukasi dan kesadaran pengemudi menjadi kunci utama pencegahan,” terangnya.
Direktur Umum PT JNK Arie Irianto juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah titik rawan kecelakaan (blackspot) di ruas tol tersebut terus berkurang. Saat ini, titik yang masih menjadi perhatian berada di KM 640, terutama karena adanya potensi angin samping yang dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.
Selain itu, pengemudi diimbau menyesuaikan kecepatan saat cuaca buruk. “Kami juga mengimbau pengendara saat hujan deras atau ekstrem untuk batas kecepatan rata-rata 70 kilometer per jam, atau jika memungkinkan bisa belok ke rest area sebentar sampai hujan reda untuk menghindari tergelincir saat jalan licin terkena hujan,” jelas Arie. “Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan dan memprioritaskan kelancaran kendaraan pemudik,” pungkasnya. Demikian sebagaimana diinformasikan oleh Radar Madiun. (KR-YUN/AS)
