Banyak 'Jeglongan' Pasca Banjir Tim Pekja Lebih Banyak Lakukan Tambal Sulam Daripada Hari-Hari Biasanya
PONOROGO (KR) – Jalan berlubang atau ‘jeglongan’ di jalanan
Kabupaten Ponorogo sudah banyak muncul, Apalagi pasca terjadinya banjir dan
genangan pada tengah hingga akhir pekan lalu. Hal ini membuat para pekerja
jalan alias pekja di Ponorogo lebih banyak melakukan tambal sulam di banding
hari-hari biasanya.
Senin (11/3) siang, salah satu pekerja jalan wilayah kota
Ponorogo yang sedang melakukan tambal
sulam jalan di bundaran Batoro Katong, Yuniarso mengatakan, pada pekan ini
rutinitasnya memang sedikit lebih banyak dari biasanya. Sebab pekerjaan tambal
sulam jalan yang harus dilakoninya bersama delapan anggota tim lainnya lebih
padat.
“Kalau musim hujan dan setelah ada banjir apa ada genangan
gitu ya memang lebih banyak kerjaan. Lebih banyak lubang yang muncul,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, setiap hari, ia dan tim yang terdiri
delapan pekja memang selalu berkeliling kota. Jalan demi jalan disusuri dengan
mobil pikap. Sejumlah material seperti batu, pasir, plinkut dan asbuton alias
aspal buton dibawa di bak mobil. Mereka bertugas melakukan pemeliharaan jalan.
“Kami mencari lubang-lubang yang ada di jalan. Kami tambal.
Metodenya ya tambal sulam. Ini demi keselamatan pemakai jalan. Juga agar lubang
tidak semakin lebar dan dalam,” terang Yuniarso.
Soal kekuatan, metode ini tidak perlu diragukan. Pemasangan
batu, plinkut, pasir beraspal dan aspal serta diakhiri pemadatan dengan stemper
diyakininya sama kuat dengan kualitas jalan di sebelumnya.
“Nah, untuk jalan aspal ini memang ‘musuhnya’ adalah air.
Artinya kalau ada genangan, apalagi banjir, ya akan terkelupas. Wong jalan kena
air lalu menganga sedikit saja bisa tambah lebar dan dalam kalau ‘ketendhang’
ban mobil yang lewat. Makanya memang harus segera ditambal,” kata dia sambil
menyeka peluh di kening.
Di awal pekan ini, kegiatan tambal sulamnya memang lebih
banyak. Usai banjir dan genangan pada Rabu (6/3/2019) hingga Jumat (8/3/2019),
memang muncul lubang-lubang berbagai ukuran di jalan-jalan di Ponorogo. Ia
tidak bisa memastikan jumlah lubang yang muncul akibat hujan deras akhir pekan
lalu. Ia hanya berupaya agar lubang yang muncul bisa segera ditambal.
“Satu hari bisa habis 25 sak material kalau habis ada hujan
besar atau sampai banjir seperti kemarin. Dan yang penting ya itu tadi, lubang
tidak tambah lebar, tidak tambah dalam dan tidak membahayakan pemakai jalan,”
ujarnya sambil menyebut di wilayah lain Ponorogo juga ada tim pemeliharaan
dengan metode tambal sulam ini


