.
  • Kumpulan Backlink Generator Free
  • Free Submission URL lengkap
  • Submit Blog ke Direktory free lengkap
  • Widget for Blogger
  • Artikel Blogger
  • Mobile and Download Apps
  • Get Money / Affiliate Iklan
  • Get Money / Affiliate Iklan
[Pemerintahan][bleft]

Sekilas

[Sekilas][twocolumns]

Dapat Laporan Soal Hama Tikus, Bupati Madiun Gropyok Tikus Bersama Petani


MADIUN (KR) – Setelah banyak mendapatkan laporan warga akan banyaknya hama tikus yang menyerang lahan pertanian, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami bersama masyarakat desa kedungjati dan desa warurejo Kec. Balerejo melakukan Gropyokan Tikus, Kamis (26/9).

Bupati Madiun menghimbau kepada para petani agar melakukan penggerebekan tikus bersama-sama. Hal ini dilakukan agar hama tikus cepat hilang. ”Penggerebekan tikus ini jika dilakukan bersama-sama maka akan cepat tuntas berbeda apabila dilakukan sendiri, itu masih ada yang tidak keluar dari sarangnya” terangnya.

“Dampaknya apabila usia tanamnya 40 hari itu sulit penanganannya. Sehingga lebih dimaksimalkan grobyokan tikus dengan cara tidak memakai bahan kimia yang berbahanya, karena akan mengurangi kualitas padi nanti saat panen” Imbuhnya.

Menurut ketua Ketua PPL, berharap kelompok tani selalu rutin menjalankan gerakan gropyokan.

“Sebenarnya petani sudah melaksanakan gropyokan, namun itu dilakukan sendiri sehingga pembasmiannya tidak maksimal”terangnya.

Ketua PPL juga melaporkan bahwa Kegiatan ini mendapat dukungan sarana pengendalian dari dinas pertanian yaitu umpan beracun 80kg yang sudah dibagi rata ke 5 kelompok tani. Pengemposan belerang bantuan dari dinas 150kg, 8karton mercon, dan bantuan pengemposan pinjaman dari dinas 10 unit.

Setelah melakukan pembasmian disalah satu titik lahan pertanian warga, Bupati Madiun bersama warga melakukan sarasehan. Dalam sarasehan Ia menekankan, setelah mendapatkan bantuan dari pemerintah ini diharapkan para petani bersama-sama melakukan pembasmian hama tikus.

“Jangan hanya yang punya lahan saja yang melakukan pembasmian dilahannya sendiri, namun semuanya harus ikut membantu. Jadi seluruh kelompok tani harus bersama-sama membasmi meskipun itu bukan lahan miliknya”ujarnya.

Buapti Madiun juga mengimbau kepada setiap kelompok tani agar memiliki kas yang nantinya dapat di gunakan untuk kebutuhan kelompok tani itu sendiri.

“Setiap kelompok tani harus memiliki kas, kas itu nanti bisa digunakan untuk pembelian bahan baku pertanian baik itu pupuk maupun bahan pembasmi hama, selain itu juga dapat digunakan untuk pertemuan, seperti ini contohnya kumpul bersama membahas masalah pertanian, sehingga kedepan dapat mandiri”Tuturnya.