.
  • Kumpulan Backlink Generator Free
  • Free Submission URL lengkap
  • Submit Blog ke Direktory free lengkap
  • Widget for Blogger
  • Artikel Blogger
  • Mobile and Download Apps
  • Get Money / Affiliate Iklan
  • Get Money / Affiliate Iklan
[Pemerintahan][bleft]

Sekilas

[Sekilas][twocolumns]

Walikota H. Maidi Ajak Perguruan Pencak Silat Jaga Kerukunan


MADIUN (KR) -  Senin (9/12/2019) hari ini, Walikota Madiun, Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd mengajak seluruh elemen masyarakat terutama yang tergabung dalam perguruan pencak silat untuk mewujudkan Madiun damai. “Walaupun ada perbedaan, kerukunan tetap dijaga, saling menghargai dan menghormati antar sesama”, jelasnya saat memimpin rapat koordinasi Forkopimda bersama perwakilan perguruan pencak silat di ruang 13 Balaikota Madiun, sebagaimana diberitakan rri.co.id.
Rapat tersebut sekaligus menindaklanjuti sejumlah peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi di Madiun. Terutama pengawalan yang dilakukan oleh salah satu organisasi perguruan pencak silat saat persidangan di Pengadilan Negeri Kota Madiun.
Maidi bersama forkopimda dan seluruh perguruan pencak silat sepakat meminta seluruh masyarakat menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Disisi lain, pihaknya  pun telah meminta seluruh ketua perguruan pencak silat untuk dapat mengendalikan massanya masing-masing.
“Madiun aman, damai. Jangan sampai ada satu, dua yang bikin tidak bagus. Saya sudah minta ketuanya  untuk menekan massa agar tidak terjadi aksi anarkis. Kalau ada orang dari organisasi pencak silat manapun yang mencari masalah di Kota Madiun sampai terjadi anarkis, ya tidak ada maaf. Langsung saya serahkan hukum, dan semua organisasi tidak mengakui dia,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Madiun ini menuturkan, untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemkot menyiagakan 10 unit branwir atau mobil pemadam kebakaran (PMK) di sejumlah titik. Artinya, jika terjadi aksi anarkis di Kota Madiun, mobil PMK tersebut akan dikerahkan untuk menghalau massa.
Walikota juga berpesan agar masyarakat tidak mengedepankan emosional, tetapi rasional. Dengan begitu, kota pendekar yang damai ini dapat dipertahankan oleh semua elemen masyarakat. (ew/ist)