Berita Utama

[News][bleft]

Sari Berita

[Sekilas][twocolumns]

Santri Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kembali ke Pondok

TBM KRIDHARAKYAT, KABUPATEN MADIUN - Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Mekar Agung, Senin 8 Juni 2020, kembali ke Pondok. Kedatangan mereka dipantau langsung oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos agar sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. 


SESAMPAINYA di Ponpes Darussalam Mekar Agung Jalan Kali Buntung No. 122, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur Bupati H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos disambut oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun. Bupati Madiun menyaksikan langsung kegiatan penyambutan santri di Ponpes tersebut, mulai dari penerimaan di pintu masuk sampai dengan me rapid test Santri.  


SEBAGAIMANA diketahui bahwa kurang lebih ada 903 santri yang akan kembali ke Ponpes Darussalam Mekar Agung. Seluruhnya akan menjalani rapid test sebagai upaya kewaspadaan dini bagi para santri maupun pengurusnya.
  

PADA kesempatan tersebut, Bupati Madiun yang hadir di Pondok Pesantren tersebut menghimbau agar para Santri wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 meskipun kegiatan di Ponpes sudah berjalan seperti biasa. Selain sering cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan tetap menjaga jarak, Santri tidak diperkenankan keluar dari area pondok.
  

BAGI Santri yang akan keluar pondok, mereka wajib melapor kepada petugas yang setiap hari akan berjaga di pintu masuk. "Hal ini dilaksanakan agar nantinya dalam proses belajar bisa berjalan lancar", jelas Bupati H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos. 


SEBELUM adanya penerimaan kembali santri di Ponpes Darussalam Mekar Agung, BPBD Kabupaten Madiun telah membentuk Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Ponpes tersebut. Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi, AP. M.H, bahwa seluruh masyarakat harus tanggap dan sadar dengan bencana termasuk di Ponpes ini.  


“BEBERAPA waktu yang lalu kami sudah membentuk Tim yang dinamakan Pondok Pesantren Tangguh Bencana. Dalam menghadapi Normal Baru ini, kami (BPBD) bekerjasama dengan Ponpes untuk membentuk tim yang namanya pondok pesantren tangguh bersama. Kami tentunya tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kerjasama dengan masing-masing sektor agar semua tanggap akan bencana", tegas Muhamad Zahrowi, AP. M.H sebagaimana diinformasikan Humas Pro Kopim Kabupaten Madiun. (AGUNG).

IKLAN